Antara berbakti kepada orangtua dan taat kepada suami

Antara Berbakti Kepada Orangtua dan Taat Kepada Suami

(ditulis oleh: Al-Ustadzah Ummu Ishaq Al-Atsariyyah)

โ–ถ Memilih antara menuruti keinginan suami atau tunduk kepada perintah orangtua merupakan dilema yang banyak dialami kaum wanita yang telah menikah. Bagaimana Islam mendudukkan perkara ini?

๐ŸŒน Seorang wanita apabila telah menikah maka suaminya lebih berhak terhadap dirinya daripada kedua orangtuanya. Sehingga ia lebih wajib menaati suaminya. Allah berfirman:

โ€œMaka wanita yang shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada (bepergian) dikarenakan Allah telah memelihara merekaโ€ฆโ€
(An-Nisaโ€™: 34)

Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam bersabda dalam haditsnya:

ุงู„ุฏูู‘ู†ู’ูŠูŽุง ู…ูŽุชูŽุงุนูŒ ูˆูŽุฎูŽูŠู’ุฑู ู…ูŽุชูŽุงุนูู‡ูŽุง ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุงู„ุตูŽู‘ุงู„ูุญูŽุฉูุŒ ุฅูุฐูŽุง ู†ูŽุธูŽุฑู’ุชูŽ ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุง ุณูŽุฑูŽู‘ุชู’ูƒูŽุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุฃูŽู…ูŽุฑู’ุชูŽู‡ูŽุง ุฃูŽุทูŽุงุนูŽุชู’ูƒูŽุŒ ูˆูŽุฅูุฐูŽุง ุบูุจู’ุชูŽ ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุญูŽููุธูŽุชู’ูƒูŽ ูููŠ ู†ูŽูู’ุณูู‡ูŽุง ูˆูŽู…ูŽุงู„ููƒูŽ

โ€œDunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasannya adalah wanita yang shalihah. Bila engkau memandangnya, ia menggembirakan (menyenangkan)mu. Bila engkau perintah, ia menaatimu. Dan bila engkau bepergian meninggalkannya, ia menjaga dirinya (untukmu) dan menjaga hartamu {1}.โ€

Dalam Shahih Ibnu Abi Hatim dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi was sallam bersabda:

ุฅูุฐูŽุง ุตูŽู„ูŽุชู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉู ุฎูŽู…ู’ุณูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุตูŽุงู…ูŽุชู’ ุดูŽู‡ู’ุฑูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุญูŽุตูŽู†ูŽุชู’ ููŽุฑู’ุฌูŽู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุฃูŽุทูŽุงุนูŽุชู’ ุจูŽุนู’ู„ูŽู‡ูŽุงุŒ ุฏูŽุฎูŽู„ูŽุชู’ ู…ูู†ู’ ุฃูŽูŠูู‘ ุฃูŽุจู’ูˆูŽุงุจู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉู ุดูŽุงุกูŽุชู’

โ€œApabila seorang wanita mengerjakan shalat lima waktunya, mengerjakan puasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan menaati suaminya, maka ia akan masuk surga dari pintu mana saja yang ia inginkan {2}.โ€

Dalam Sunan At-Tirmidzi dari Ummu Salamah, ia berkata, Rasulullah shallallahu alaihi was sallam bersabda:

ุฃูŽูŠูู‘ู…ูŽุง ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู ู…ูŽุงุชูŽุชู’ ูˆูŽุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง ุฑูŽุงุถู ุนูŽู†ู’ู‡ูŽุง ุฏูŽุฎูŽู„ูŽุชู ุงู„ู’ุฌูŽู†ูŽู‘ุฉูŽ

โ€œWanita (istri) mana saja yang meninggal dalam keadaan suaminya ridha kepadanya niscaya ia akan masuk surga.โ€

At-Tirmidzi berkata, โ€œHadits ini hasan {3}.โ€

Dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu alaihi was sallam, Beliau bersabda:

ู„ูŽูˆู’ ูƒูู†ู’ุชู ุขู…ูุฑู‹ุง ู„ูุฃูŽุญูŽุฏู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ู„ูุฃูŽุญูŽุฏู ู„ูŽุฃูŽู…ูŽุฑู’ุชู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ู„ูุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง

โ€œSeandainya aku boleh memerintahkan seseorang untuk sujud kepada orang lain niscaya aku akan memerintahkan istri untuk sujud kepada suaminya.โ€

Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan ia berkata, โ€œHadits ini hasan {4}.โ€ Diriwayatkan pula oleh Abu Dawud dan lafadznya:

ู„ูŽุฃูŽู…ูŽุฑู’ุชู ุงู„ู†ูู‘ุณูŽุงุกูŽ ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุฌูุฏู’ู†ูŽ ู„ูุฃูŽุฒู’ูˆูŽุงุฌูู‡ูู†ูŽู‘ุŒ ู„ูู…ูŽุง ุฌูŽุนูŽู„ูŽ ุงู„ู„ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูู†ูŽู‘ ู…ูู†ูŽ ุงู„ู’ุญูู‚ููˆู’ู‚ู

โ€œโ€ฆniscaya aku perintahkan para istri untuk sujud kepada suami mereka dikarenakan kewajiban-kewajiban sebagai istri yang Allah bebankan atas mereka.โ€
{5}

Dalam Al-Musnad dari Anas bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi was sallam bersabda:

ู„ุงูŽ ูŠูŽุตู’ู„ูุญู ู„ูุจูŽุดูŽุฑู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ู„ูุจูŽุดูŽุฑูุŒ ูˆูŽู„ูŽูˆู’ ุตูŽู„ูŽุญูŽ ู„ูุจูŽุดูŽุฑู ุฃูŽู†ู’ ูŠูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ู„ูุจูŽุดูŽุฑู ู„ูŽุฃูŽู…ูŽุฑู’ุชู ุงู„ู’ู…ูŽุฑู’ุฃูŽุฉูŽ ุฃูŽู†ู’ ุชูŽุณู’ุฌูุฏูŽ ู„ูุฒูŽูˆู’ุฌูู‡ูŽุง ู…ูู†ู’ ุนูุธูŽู…ู ุญูŽู‚ูู‘ู‡ู ุนูŽู„ูŽูŠู’ู‡ูŽุงุŒ ูˆูŽุงูŽู‘ู„ุฐููŠ ู†ูŽูู’ุณููŠู’ ุจููŠูŽุฏูู‡ู ู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ู…ูู†ู’ ู‚ูŽุฏูŽู…ูู‡ู ุฅูู„ูŽู‰ ู…ูŽูู’ุฑูŽู‚ู ุฑูŽุฃู’ุณูู‡ู ู‚ูŽุฑู’ุญูŽุฉู‹ ุชูŽุฌู’ุฑููŠ ุจูุงู„ู’ู‚ูŽูŠู’ุญู ูˆูŽุงู„ุตูŽู‘ุฏููŠู’ุฏูุŒ ุซูู…ูŽู‘ ุงุณู’ุชูŽู‚ู’ุจูŽู„ูŽุชู’ู‡ู ููŽู„ุญุณูŽุชู’ู‡ู ู…ูŽุง ุฃูŽุฏู‘ู‘ุชู’ ุญูŽู‚ูŽู‘ู‡ู

โ€œTidaklah pantas bagi seorang manusia untuk sujud kepada manusia yang lain. Seandainya pantas/boleh bagi seseorang untuk sujud kepada seorang yang lain niscaya aku perintahkan istri untuk sujud kepada suaminya dikarenakan besarnya hak suaminya terhadapnya. Demi Zat yang jiwaku berada di tangannya, seandainya pada telapak kaki sampai belahan rambut suaminya ada luka/borok yang mengucurkan nanah bercampur darah, kemudian si istri menghadap suaminya lalu menjilati luka/borok tersebut niscaya ia belum purna menunaikan hak suaminya.โ€
{6}

๐ŸŒ Selengkapnya baca disini: http://asysyariah.com/antara-berbakti-kepada-orangtua-dan-taat-kepada-suami/
————๐Ÿ’Ž————
๐Ÿ”‘ Arsip Fawaid Ilmiyah:
https://telegram.me/fawaidsolo
————๐Ÿ’Ž————

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: